Modul 1 — Professional Case Handling & Etika Praktik
4 Jam
Modul pertama menjadi dasar kemampuan profesional dalam berhubungan dengan klien dan menjalankan proses pelayanan hipnoterapi.
Peserta mempelajari peran hipnoterapis profesional, alur pelayanan, konsultasi awal, cara mendengarkan keluhan, menggali kebutuhan klien, menentukan outcome, Suggestibility Test, persetujuan klien, kerahasiaan, keselamatan klien, batas kompetensi, etika praktik, serta kondisi yang memerlukan rujukan.
Pembelajaran dilengkapi dengan simulasi konsultasi awal dan professional case handling.
Fokus: bagaimana menerima, memahami, dan menangani klien secara profesional dan etis.
Modul 2 — Case Analysis & Brief Therapy
4 Jam
Setelah memahami proses penerimaan klien, peserta belajar menganalisis kasus sebelum menentukan teknik atau pendekatan terapi.
Materi mencakup identifikasi masalah dan kebutuhan, penentuan outcome, analisis permasalahan, kesesuaian kasus, serta pemilihan pendekatan.
Peserta juga mempelajari kerangka Conditioning – Hypnotherapeutics – Empowerment dalam Brief Therapy.
Melalui latihan berbasis skenario kasus, peserta belajar menghubungkan:
Kasus → Analisis → Outcome → Pendekatan.
Modul 3 — Advanced Induction
5 Jam
Modul ketiga secara khusus mengembangkan keterampilan induksi hipnosis tingkat lanjut.
Materi meliputi konsep Advanced Induction, Rapid Induction, Relaxation Induction, Progressive Relaxation, Dave Elman Induction, Fractionation, pemilihan induksi, serta observasi respons klien.
Peserta tidak hanya mempelajari variasi induksi, tetapi juga berlatih memilih dan menerapkannya berdasarkan kebutuhan serta respons klien.
Fokus: mampu melakukan induksi tingkat lanjut sesuai kebutuhan dan respons klien.
Modul 4 — Deepening & Depth Management
5 Jam
Setelah induksi, peserta mempelajari bagaimana memahami dan mengelola kedalaman trance.
Materi mencakup berbagai level depth of trance, antara lain Hypnoidal, Light Trance, Medium Trance, Deep Trance, Somnambulism, Profound Somnambulism, hingga Hypnotic Coma State / Esdaile State.
Peserta juga diperkenalkan pada beberapa Depth Scale, serta berbagai metode deepening seperti Counting Down, Elevator, Private Place, Ball of Light, Starway, Hallway, Fractionation, dan Coma State Deepening.
Pembelajaran dilengkapi latihan deepening dan monitoring kedalaman trance.
Fokus: mengelola kedalaman trance sesuai kebutuhan proses hipnoterapi.
Modul 5 — Advanced Therapeutic Techniques
4 Jam
Modul ini membahas berbagai teknik terapeutik tingkat lanjut yang menjadi dasar penerapan pada berbagai kasus.
Materi mencakup Direct Suggestion, Regression, Affect Bridge, Somatic Bridge, Forgiveness of Others, Forgiveness of Self, Therapeutic Imagery, Reframing, dan Empowerment.
Setiap teknik dipelajari melalui kerangka:
Tujuan → Kapan digunakan → Cara penerapan → Praktik → Evaluasi.
Peserta kemudian melakukan latihan teknik secara terbimbing.
Fokus: menguasai teknik terapeutik tingkat lanjut dan memahami konteks penggunaannya.
Modul 6 — Somatic Signal Therapy & Spiritual Therapy
4 Jam
Modul keenam memperkenalkan dua pendekatan khusus, yaitu Somatic Signal Therapy (SST) dan Spiritual Therapy.
Pada SST, peserta mempelajari hubungan antara pengalaman, emosi, dan sensasi tubuh melalui pola:
MENTAL MOVIE → EMOTION → SOMATIC
Materi meliputi konsep Somatic Signal, identifikasi respons tubuh, mengakses pengalaman, proses penanganan, dan aplikasi SST sesuai kasus.
Sementara itu, Spiritual Therapy membahas aspek kesadaran, pengalaman spiritual, dan sumber daya internal klien, termasuk Superconscious Mind, Higher Self, Higher Awareness, Self Healing, Meditative State, dan Pure Awareness.
Materi ini menekankan penghormatan terhadap nilai dan keyakinan pribadi klien serta tidak memaksakan keyakinan tertentu.
Pembelajaran dilakukan melalui demonstrasi, latihan terbimbing, dan simulasi kasus.
Modul 7 — Multiparts Therapy
4 Jam
Modul ketujuh secara khusus membahas konsep Parts dan proses Parts Mediation.
Peserta mempelajari Executive Parts, Surface Parts, Underlying Parts, Ego States, serta berbagai bentuk Parts seperti Normal, Vaded, Retro, Conflicted, Dissonant, dan Introject.
Materi kemudian dilanjutkan dengan cara mengakses Parts, antara lain melalui Empty Chair, Conversational Technique, Resistance Bridge, Affect Bridge, dan Somatic Bridge.
Peserta juga mempelajari konflik antar-Parts, Secondary Gain, mediasi, negosiasi, reframing, dan relabeling.
Pembelajaran diakhiri dengan Multiparts Therapy Case Simulation.
Modul 8 — Systematic Hypnotherapy Protocol I
5 Jam
Modul kedelapan mulai membahas Systematic Hypnotherapy Protocol (SHP) secara bertahap.
Bagian pertama mencakup Fase 1 — Direct Suggestion, meliputi therapeutic suggestion, positive language, therapeutic imagery, repetition, voice delivery, dan sugesti sesuai outcome.
Selanjutnya peserta mempelajari Fase 2 — Age Regression, termasuk Direct Regression, Affect Bridge, Somatic Bridge, Hypermnesia, Revivification, ISE, SSE, ICT, IAT, Abreaction, serta safety net / anchor.
Pembelajaran dilengkapi simulasi SHP Fase 1 dan Fase 2.
Modul 9 — Systematic Hypnotherapy Protocol II
5 Jam
Modul kesembilan merupakan lanjutan dari SHP, yaitu Fase 3 sampai Fase 5.
Pada Fase 3 — Forgiveness of Others, peserta mempelajari konsep forgiveness, anger, resentment, serta penggunaan Speaking Chair dan Listening Chair.
Pada Fase 4 — Forgiveness of Self, materi mencakup guilt, anger terhadap diri, self-forgiveness, apology, dan penerimaan diri.
Kemudian Fase 5 — Parts Mediation membahas konflik antar-Parts, Secondary Gain, identifikasi Parts, mediasi, negosiasi, reframing, dan relabeling.
Pembelajaran dilakukan melalui simulasi SHP Fase 3, 4, dan 5.
Modul 10 — Integrated Hypnotherapy Case Practice & Assessment
8 Jam
Modul terakhir merupakan tahap integrasi dan evaluasi kompetensi.
Peserta melakukan simulasi penanganan kasus secara utuh dengan mengintegrasikan materi dari Modul 1 sampai Modul 9.
Alur praktik mencakup:
Konsultasi → Case Analysis → Outcome → Pemilihan Pendekatan → Induksi → Deepening → Pemilihan Teknik → Intervensi → Empowerment → Terminasi → Evaluasi.
Assessment mencakup kemampuan konsultasi dan komunikasi, analisis kasus, penentuan outcome, pemilihan pendekatan, induksi, deepening, penerapan teknik, case handling, terminasi, empowerment, serta etika dan safety.






